Sabtu, 13 Juni 2015

 CASE ISENG !!!


Baru mau aktif lagi nih posting-posting sesuatu...

kali ini saya akan sedikit share easy case berdasarkan apa yang udah saya posting sebelumnya.

begini ceritanya...


Adam, seorang guru di panti asuhan penyandang tunanetra. Hidupnya begitu periang jika sudah bertemu dengan murid-muridnya, namun hal sebaliknya dirasakan Adam ketika ia tiba di rumah. Dia tidak sendirian di rumahnya itu, namun setipa ia pulang pukul 17:00 rumahnya selalu sepi, padahal ia sudah memiliki seorang istri. Istrinya begitu naif, ia selalu pulang larut malam. Bahkan saat istrinya pulang, Adam yang sudah tertidur dibangunkan olehnya hanya untuk membuatkan makan. Adam yang berstatus sebagai suaminya, menuruti kemauannya -bagaimana tidak, sebagai suami yang baik, ia harus menghormati istrinya.


keesokan harinya...

kebetulan hari ini adalah hari sabtu. Kali ini jadwal Adam untuk libur. Kegiatan Adam saat ini adalah pergi kesebuah kafe untuk bertemu teman-temannya yang sudah janjian sehari sebelum pertemuan. Saat mereka berkumpul mereka bicara banyak hal, hingga puncaknya Adam menceritakan kehidupannya yang kurang baik selama hampir 2 bulan terakhir.

"Wil, gua udah hampir 2 bulan nikah sama Vera, tapi sampai saat ini kayanya gua dianggep kaya pembantunya dia deh. Tiap pagi gua harus nyiapin  makan, kalo malem gua dibangunin sama dia cuman buat bikinin dia makan juga.setiap gua libur, dia selalu ada acara yang sampai saat ini gua nggak tau itu acara apaan." cetus Adam ditengah pembicaraan.

"kalo lu nggak kuat ceraiin aja tuh si Vera, jadinya kan lu bebas dah tuh dari jeratan istri lu." celetuk Roni.

"hoy Ron, yang ditanya kan gue, kenapa lu yang nyeletuk?" sambar Willy.

"ya gua reflek aja, kali gitu lu kaga denger gitu." balas Roni.

"gini Dam, gua bukannya kga mau bantu, sebagus-bagusnya kata-kata gua nanti, pasti nggak akan berguna. lu tau kan, sampe sekarang gua belom dapet yang pas buat diajak susah bersama. Apalagi profesi lu yang sedikit berbeda dari kebanyakan orang. Gua sih nyaranin bujuk dia pelan-pelan, mulai sedikit berani namun tidak terlalu kasar sama istri lu. Kalo nggak ajak pak ustad aja kerumah lu, sambil musyawarah sama istri lu gimana buat kedepannya. Menurut gua sih gitu aja Dam." jelas Willy dengan gayanya yang selalu sibuk dengan ponselnya.

"oi Wil, tuh kata-kata bagus banget, lu lagi searching di google ye? tumben banget jomblo bijak kaya gitu." celetuk Roni.

"lu nggak bakal ngerti gimana jalan pikir jomblo kaya gua" cetus Willy sembari menaruh ponselnya dan memasang wajah yang terkesan menyombongkan diri.

"ha...ha... ide bagus juga tuh, oke deh nanti bakal gua coba pas gua ketemu istri gua." sahut Adam dengan positif.

"semangat Dam, kalo lu nggak kuat sama istri lu jangan bunuh diri ye. hehehe." Roni kembali memberi Adam peluang negatif.

selepas curhan hati Adam tercurahkan, mereka pun kembali berbincang-bincang seperti biasa.

pukul 19:00

Adam pulang kerumahnya, disana ia bertemu dengan istrinya yang sedang duduk santai sembari menonton sinetron kesukaannya. merasa bahwa Adam tidak disambut, ia langsung duduk disamping istrinya dan memulai pembicaraan yang disarankan oleh Willy tadi siang.

"sayang..."  ucap Adam.

"ssssssttt, jangan berisik! lagi seru-serunya nih. Diem sebentar kenapa." sahut Vera dengan nada tinggi.

"aku pinjem remotnya dong." balas Adam dengan lembut.

"sayaaaang, aku lagi nonton bentar deh! kamu bisa nggak berisik kan sekarang?" jawab Vera dengan wajah sinis. Adam pun mencoba mematikan televisi dengan mencabut kabel dari stop kontaknya.

"SAYANG!!! kamu kenapa sih? aku lagi asik-asiknya nonton!" bentak Vera.

"aku mau tanya kamu satu hal..." jawab Adam.

"aku cape, besok aja. aku mau tidur." cetus Vera seakan tidak peduli dengan perkataan Adam dan pergi meninggalkan Adam.

"disitu masih ada beberapa sisa makanan yang tadi ku beli selepas pulang kerja. kalo kamu mau, habisin aja, kalau buat besok nanti udah nggak enak buat makan." ujar Vera dengan nada yang sedikit lembut sebelum masuk ke kamar tidur dan menguncinya. ya memang diatas meja yang ditinggalkan oleh Vera terdapat makanan sisa. tersedia pizza 2 potong, durian yang tersisa setengahnya, 1 liter cola, dan setengah gelas jus alpukat.


pukul 22.00

Adam dan Vera sudah larut dalam mimpi indahnya, Vera yang tidur di kamar terlihat begitu pulas. Adam yang kali ini tidur di sofa terlihat kaku dalam tidurnya. Mungkin suasana malam yang dingin penyebabnya.

pukul 23.30

Vera tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia pergi ke toilet untuk buang air. Toilet dirumah itu ada 2 yang satu berada di dalam kamar yang Vera tempati untuk tidur dan satu lagi terdapat di arah yang berlawanan dari dapur jika melewati ruang tamu atau sofa yang Adam tempati untuk tidur. tentu saja Vera memakai toilet yang ada di kamar tempat dimana ia tidur. Meski ia dalam kondisi setengah sadar, ia sempat melihat keadaan Adam yang tidur disofa. Setelah membuka pintu, ia tidak bisa melihat apa-apa kecuali televisi besar yang masih menyala. Ya ruangan tamu yang ditempati Adam gelap. Adam memang tidak suka tidur dalam keadaan terang, maka dari itu ruangan itu dalam kondisi gelap. Vera yang tampak tak peduli dengan itu, kembali menuju kekasur empuknya untuk kembali tidur.

pukul 08:00

ting-tong... suara bel panjang terdengar oleh Vera yang baru saja selesai menggunakan pakaian. Dihampirilah asal bunyi tadi. Vera memutar kunci pintunya dan keluar dari kamar, saat diruang tamu, Vera melihat televisi yang tadi malam menyala sampai pagi ini masih belum mati. sampailah Vera dipintu depan dan membukanya.

"ah, kenapa pintu depan juga tidak dikunci? dasar suami ceroboh, semoga tidak ada yang masuk dan mengambil barang-barang berharga ku." batin Vera. Saat pintu terbuka, ternyata Willy sudah berdiri didepan ruman Adam.

"eh pak Willy, ada apa datang pagi-pagi begini?" tanya Vera dengan lembut.

"Adamnya ada? kami sudah janjian mau jalan-jalan mencari suasana." balasnya.

"semenjak tadi malam, saya belum melihat suami saya lagi. saya kira dia sudah pergi ntah kemana." cetus Vera dengan nada yang sedikit mengejek suaminya.

"ah nggak kok, saya stay disini dari jam 7 tadi sembari menelepom HP Adam. Hampir satu jam dia nggak angkat telepon saya. saya pikir dia lagi mandi, makannya saya bunyikan bel berulang kali." jawab Willy sembari memberi sedikit senyuman diwajahnya.

"ah kalo gitu silahkan duduk dulu, biar saya cari di belakang." ujar Vera yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Willy. Willy pun duduk disofa dimana tempat Adam tidur.

"kenapa banyak sekali sampah dimeja ini ? bungkus pizza, kulit durian? hhmmm sepertinya keluarga ini suka durian yah. Botol cola 2 liter? banyak juga yang dibeli Adam selepas pulang dari kafe kemarin. ah bau jus alpukatnya busuk banget. kenapa nggak ditaro kulkas aja sih? keluarga ini benar-benar buruk." batin Willy yang heran dengan keadaan meja itu. Tak berapa lama Willy duduk disofa itu, tiba-tiba Vera berteriak dari belakang. Willy yang kaget dengan keadaan tersebut langsung melompat menuju lokasi.

"ada apa?" tanya Willy kepada Vera.
"i...itu." jawab Vera menunjuk sosok yang terduduk diatas genangan darah dari pergelangan tangan kanannya yang teriris cukup dalam.

"A...adam?" Willy pun terkejut dengan kejadian itu.
"suit...suit..." suara pesan masuk dari ponsel yang Vera genggam terdengar samar oleh Willy. Seketika Willy terfokus pada Vera.

"cepat lapor polisi dan ambulance." usul Willy dengan sigap.
"ba...baik." balas Vera.

kontak masuk,
"Misi Selesai" begitulah yang Vera baca dari pesan yang masuk itu sebelum ia menelepon polisi dan ambulan.

"dasar selingkuhan bodoh, baru kemarin kalian bertemu." batin Vera saat menunggu teleponnya diangkat.

tak lama polisi datang dan memeriksa TKP.

TAMAT

JIKA KALIAN YANG MAMPIR DAN MEMNBACA CERITA INI, SERTA BISA MENYELESAIKAN KASUS INI, BISA DIKOMENT...

MAAF KALAU KURANG JELAS. INI CASE BUATAN SENDIRI SIH... HIHIHIHI :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar